Dia bilang, tak ada kesuksesan untuk orang – orang yang suka bersantai ria, dia juga bilang, kalau masa depanku ada ditanganku sendiri dan ditentukan pada detik ini juga. Suaranya mengeras, “Kenapa kamu masih selembek itu Nak? Sedangkan dunia akan menenggelamkanmu dalam keadaan bodoh! Komputer saja sudah membuatmu lupa waktu. Orang – orang barat sengaja memang, membuat global dunia ini”. Aku hanya terdiam pikiranku jauh melayang.
“Sholat subuh saja mesti dibangunkan. Dering alarm handphone canggihmu saja tidak sanggup membangunkanmu”, bawelnya lagi. “Coba bicara mau apa kau di dunia?” Tanya dia tegas. “Aku ingin ilmu, namanya anak muda pasti haus ilmu. Ilmunya juga bakal aku amalkan kok. Biar malaikat rela memberikan sayapnya buat aku. Kan aku sang pencari ilmu. Aku juga selau berdoa dan berharap kepada Sang Penguasa Ilmu sejagat raya ini agar menyeroroti jiwa dan ragaku dengan sinar ilmu, sinar yang lebih terang dari terangnya sinar fajar. Sehingga aku tidak akan berjalan di muka bumi ini dengan angkuh”.
“Apa dengan ilmu tersebut kau sanggup menghadapi dunia yang buas ini?” Tanyanya kembali. “Tentu tidak”, jawabku pelan. “Lantas apalagi yang bisa memotivasi dirimu yang masih lugu macam anak ingusan ini untuk meghadapi dunia yang buas macam perang dunia?”, tanyanya heran. “Lingkungan yang baik tentunya”, jawabku santai. “Umar saja yang tadinya ganas, sembrono dan kasar bisa – bisanya menjadi alim dan tegas bijaksana setelah mengetahui nuansa lingkungan hidup disamping Rasulullah SAW”, tambahku, “Lebih untung buat Ali yang sejak kecil didikannya murni dari Rasul. Dia kan dibesarkan di lingkungan Rasul”, jelasku.
“Ya sudah, lebih baik kamu cari teman yang baik pula. Rasul juga bilang kan, kalau sebaik – baik pertemanan adalah pertemanan yang Islami”, kembali dia menasihati. “Oh iya, niatkan dulu dalam hidupmu Nak, bahwa kamu berniat untuk mencari ilmu dimuka bumi ini. Coba saja kau renungkan hadits Arba’in Nawawi. Tentang niat kamu pasti senyum sendiri kalau sudah merenungkan hadits itu. Setiap perbuatan pasti didasari dari niat. Sahabat Rasul yang ikut hijrah dengan Rasul karena wanita saja bisa mendapatkan apa yang dia mau, itu baru didunia. Nah jangan mau kalah, niatmu mulia (mencari ilmu di bumi dan mengamalkannya) masa Allah tidak mendukung kita? Kamu mesti berharap juga dengan kuasa-Nya. Optimislah, Ok? Demi masa depanmu Nak!” pelan dia menasihati. Nasihatnya lembut dan menenangkan kalbuku. Terimakasih Papa untuk motivasinya
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO







0 komentar:
Posting Komentar